June 7th, 2007 by shillouette
bu, kita kan gak pernah tahu kapan malaikat izrail mengambil nyawa kita. Saat itu lidah kita kelu,mata gak bisa melihat, telinga tidak bisa mendengar, akan amat sulit bagi kita
untuk menyebut nama Allah. Saya ingin agar qolbu ini terbiasa berzikir dengan zikir khofi, dimana dan kapanpun sehingga jika sewaktu-waktu ajal ini datang, qolbu tetap berzikir."
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 6th, 2006 by shillouette
Aku hanya ingin mencinta…
Tanpa alasan apa-apa…
Tanpa aksara…
Tanpa kata-kata…
Tanpa serangkai bait puisi cinta…
Hanya dengan rasa…
Dengan kasih seutuhnya…
Rindu setulusnya…
Seandainya…
Engkau hadir sebelum dia…
Seandainya…
engkau ada dan dia tiada…
Engkau mencinta…
begitu pun ia…
Dan cinta hadir…Aku…Engkau…Dia…
Cinta yang tak butuh kata…
Cinta yang tak butuh tali pengikat jiwa…
Aku, engkau, dia…
Tak pernah berbeda…
Kita semua mencinta…
(Semoga) tanpa alasan apa-apa…
Biar cinta juga mencinta…
Hanya karena ia ingin… mencinta…
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 9th, 2006 by shillouette
walau bisaku cuma menikah dengan bayangmu,
boleh kubertanya padamu………..
"gaun pengantin warna apa yang kau suka ?"
sebab bila kupakai gaun berwarna putih…….
kuragu kau tak mengenaliku………
bukankah pernikahan kita nanti di balik awan.
walau bisaku cuma menikah dengan bayangmu,
boleh kuberjanji padamu
"aku ingin mejadikanmu pengantin paling bahagia"
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 2nd, 2006 by shillouette
embun membilas rimbun berbelasbelas mawar liar terbungkus merah darah. mentahfidzkan kecantikanmu. rindu telah melenyapkan diri, menjadi berupa-rupa cinta. untuk apa kukirimkan lagi bunga, kalau engkau segala bunga?
Posted in Uncategorized | No Comments »
August 2nd, 2006 by shillouette
Perempuan itu selalu muncul saat lembayung diufuk barat. Sesekali dia muncul di antara barisan burung manyar dan gumpalan awan. Tak jarang dia hadir ketika anak-anak kecil berlarian menuju surau. Entahlah…, atau dia diciptakan oleh gumpalan kabut gunung ini.
Perempuan dibalik lembayung, begitulah aku menyebutnya. Awalnya, dia muncul ketika senja sedikit mendung. Aku kira hanya bagian dari permainan malam yang sering mencelakakan.
Tapi tidak. Dia benar-benar tercipta begitu saja dan berdiri di hadapanku dengan wajah penuh harapan. Aku tak sepenuhnya mengerti hingga dia membuka sapa. Aku tidak mau ditipu senja dan terpedaya bayangan-bayangan setan yang berkeliaran di pangkal malam hingga dengan setengah memaksa dia mengajakku berkenalan.
Maka, seperti sepasang kekasih, kami menghabiskan waktu malam-malam dengan segala kerinduan yang terasa binal. Aku tidak terlalu peduli apakah dia manusia sungguhan atau roh-roh jahat yang berniat mencelakakan. Aku mulai mengacuhkan. Yang pasti, aku telah menyukainya. Begitu saja
“Persetubuhan tak harus dimulai dengan sebuah tanya kamu siapa, melainkan dengan saling melorotkan apa saja,”
Dia tertawa. Kemudian wajahnya berubah tenang. Setenang malam tanpa awan.
“Bedebah. Tapi kau cantik juga,” desisku
“Ajarkan aku mengenal siang,” pintanya.
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 1st, 2006 by shillouette
Cahaya matahari serupa jeruk tertuang suatu kesejukan. Nyamuk yang berkelana malam tadi sudah surut, lalat adalah jatah kemudiannya. Senjakala menjauh dari kaki bumi juga ke dalam suatu hari baru tidak pernah melihat di mimpi
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
March 24th, 2005 by shillouette
Tanggalkah sayap ini …??
jangan engkau aku biarkan melayang-layang sendiri…………
Posted in Uncategorized | 4 Comments »